Terbit di KHAS.co pada

GAJAH MENDENGKUR TERNINABOBO OLEH NYANYIAN

Video Youtube "gajah tidur siang" ini akan membekas dalam pikiran anda: seekor gajah dikipasi dengan sehelai kain agar ia merebahkan tubuhnya di tanah, dan kemudian ditidurkan dengan lagu ninabobo. Nama gajah: Faa Mai. Lokasi syuting video: cagar alam Elephant Nature Park di negara Thailand. Dengarkan dengkuran si gajah yang diiringi lagu bernada sendu. Menakjubkan!

gajah thailand faa ninabobo tertidur
Foto gajah Faa Mai/Youtube/The Daily Dot/diedit khas.co

Video ninabobo gajah yang impresif ini diambil oleh studio Elephant News, Thailand, untuk film dokumenter "Gentle Giants". Pengasuhnya, perempuan yang bernyanyi dengan lembut dalam video, bernama Lek.

Di Thailand, yang dijuluki Negeri Gajah Putih, gajah tidak hanya dilindungi, melainkan juga diagungkan sebagai binatang yang sakral atau suci. Kita bisa melihatnya antara lain dalam film duel bersekuel "Ong Bak" karya aktor Thailand Tony Jaa.



GAJAH PUTIH THAILAND


Menurut majalah National Geographic, semakin banyak gajah putih yang dimiliki seorang raja di Thailand, akan semakin besar dan baik nasib kerajaannya. Di sana gambar gajah muncul di mana-mana: mulai botol bir hingga istana mewah.

Masyarakat Thailand percaya bahwa kemerdekaan mereka setelah berperang melawan Burma pada abad ke-16 takkan bisa diraih tanpa bantuan pasukan gajah dalam pertempuran.

Sampai hari ini orang Thailand masih menyakralkan gajah. Contohnya, demi keberuntungan dan kemudahan wanita hamil dalam bersalin, mereka melakukan ritus berjalan tiga kali di bawah perut gajah. [Blog KHAS.co]
Terbit di KHAS.co pada

DRAKULA BENARAN: SUAMI ISTRI SALING ISAP DARAH

Ternyata drakula alias manusia vampir benar-benar ada. Bahkan, di Inggris ada rumpun khusus manusia pengisap darah, yang beranggotakan lebih dari 10 ribu orang. Di antaranya pasangan suami istri Andy Filth dan Pyretta Blaze, yang telah diwawancarai di televisi pada dua hari lalu. Keduanya mengaku sudah selama tiga tahun saling mengisap darah, yang rasanya "tidak seperti buah stroberi, tapi seperti logam." Saya jadi menjeluak!

asli vampir suami istri drakula isap darah
Pyretta Blaze (kiri) dan Andy Filth/foto: gambar skrin itv.com oleh khas.co

Dalam wawancara televisi ITV dengan Andy Filth dan Pyretta Blaze, seperti saya petik dari Metro Inggris, terungkap bahwa suami istri itu tinggal di Kota South Wales, telah menikah, dan memunyai seorang anak. Mereka terlihat normal seperti pasangan lainnya, kecuali hobi mereka meminum darah.

Suami istri drakula itu diwawancarai oleh Philip Schofield dan Holly Willoughby pada 3 Juni 2014 sebagai upaya untuk membuka pikiran publik mengenai komunitas manusia vampir di Inggris, yang bertumbuh pesat dengan 10 ribu hingga 15 ribu anggota.

Andy Filth dan istrinya, Pyretta Blaze, menjelaskan bahwa saling mengisap darah seperti "menghubungkan jiwa". Mereka mengaku tidak merasa jijik atau sakit saat pertama kali melakukannya.

"Hm ..., rasanya tidak seperti buah stroberi, tetapi berasa logam," kata Andy Filth.

Dalam kamar privat, mereka mengisap darah pada leher pasangannya, atau di belakang telinga. Pada hari-hari tertentu mereka juga berkumpul bersama kaum serumpun, sesama manusia drakula, untuk saling menukar darah.

Pyretta Blaze mengatakan kebiasaan mereka saling mengisap darah tidak berbahaya bagi kesehatan. Karena, "Setiap orang sudah benar-benar diperiksa lebih dahulu, baik kesehatan mental maupun rekam medis darah. Jadi, aman, bersih, dan steril," katanya.

Bagi suami istri si manusia drakula ini, mengisap darah pasangan merupakan hubungan spiritual yang sangat intim. Mereka berharap agar masyarakat bisa menerima gaya hidup vampir mereka.

DRAKULA SI MANUSIA VAMPIR


Drakula adalah vampir pengisap darah, tokoh utama dalam novel Dracula karya Bram Stoker terbitan tahun 1897. Drakula dikisahkan sebagai seorang bangsawan vampir dari Kota Transilvania, Rumania. Kelemahan drakula: bawang putih, tanda salib, dan roti sakramen.

Vampir adalah tokoh mitologi, yang hidup dengan mengonsumsi sari pati kehidupan, biasanya darah, dari makhluk hidup lainnya. Vampir dalam legenda Balkan dan Eropa Timur memiliki penampilan yang beragam, mulai dari makhluk mirip manusia sampai mayat hidup, sedangkan di Eropa Barat, vampir berpenampilan rapi dan mewah. Salah satu cara untuk menemukan kuburan vampir: anak perawan menunggangi kuda hitam atau kuda putih dan berjalan di pekuburan. Jika ada kuburan vampir, konon kuda itu tidak akan mau melewatinya. Adanya lubang di atas sebuah makam juga dipercaya sebagai pertanda vampir.

Di Indonesia tidak ada drakula atau manusia vampir, kan? Tetapi, setidaknya, negara kita punya tokoh hantu yang hidupnya miskin. Dua di antaranya: kuntilanak, perempuan yang bajunya sobek, suka mengganggu ibu-ibu hamil; dan tuyul, si setan gundul bertubuh kecil yang patuh diperintah untuk mencuri. [KHAS.co]
Terbit di KHAS.co pada

SATELIT WIFI GOOGLE: AKSES INTERNET SELURUH DUNIA

Perusahaan multinasional Google Inc. mengerjakan proyek satelit komunikasi internet tanpa kabel atau WiFi yang akan menjangkau wilayah-wilayah bersinyal lemah di seluruh negara. Dalam 10 tahun mendatang boleh jadi kita tidak lagi perlu berlangganan internet berbayar macam Telkom Speedy dan Telkomsel Flash. Dan bahkan, saya mengestimasi, untuk bertelepon via ponsel dan menonton televisi satelit pun akan jadi gratis suatu hari kelak.

satelit bumi google wifi internet gratis
Foto ilustrasi/via

Pada tahap awal Google akan mengorbitkan 180 buah satelit WiFi kecil berkapasitas tinggi, tulis The Wall Street Journal, dan akan dikembangkan kemudian. Berita 1 Juni 2014 yang dikutip KHAS.co itu diberi judul "Investasi Google dalam satelit untuk menyebarkan akses internet: proyek yang menghabiskan lebih dari $1 miliar untuk menghubungkan dunia tanpa kabel".

Proyek satelit internet WiFi Google ini dipimpin oleh Greg Wyler, pendiri perusahaan satelit komunikasi O3b Networks Ltd. Dia baru saja bergabung dengan Google. Saat ini Google telah sedang merekrut para insinyur dari perusahaan satelit Space Systems/Loral LLC untuk bekerja dalam proyek WiFi bumi Google.

Komandan proyek Greg Wyler saat ini tengah bekerja bersama sekitar 10 sampai 20 ahli di Google. Wyler bertanggung jawab kepada Craig Barratt, dan Barratt akan melaporkan hasilnya kepada +Larry Page, bos besar Google Inc.

Menurut orang dalam, proyek koneksi WiFi dunia Google itu ditaksir menghabiskan dana $1 miliar sampai $3 miliar, dan ada kemungkinan jumlah satelit Google akan digandakan.

INTERNET WIFI DUNIA [GRATIS] SATELIT GOOGLE


Dalam berita itu tidak disebutkan apakah nanti layanan koneksi internet WiFi Google akan digratiskan, tetapi saya menduga demikian.

Bayangkan saja, suatu hari esok, dengan satelit internet Google, seseorang yang kesasar di hutan belantara akan bisa mengirimkan data lokasinya kepada petugas penyelamat. Ketika anda bertamasya bersama pacar ke puncak gunung atau ke ujung dunia tak berpenghuni, dari sana anda bisa mengunggah foto-foto selfie ke akun Facebook atau Twitter. Dan generasi anak-anak yang lahir 10 atau 20 tahun mendatang akan terheran-heran saat membaca arsip berita koran atau pers daring: "Bu, dulu kalian mesti membeli pulsa ya untuk berinternet?"

Lanjutkan, Google, gratiskan internet WiFi ke seluruh dunia! [www.khas.co]
Terbit di KHAS.co pada

ESAI GM TEMPO TAK LAGI ENAK DIBACA DAN TAK LAGI PERLU

Oleh Jarar Siahaan — Gaya tulisan wartawan senior pendiri majalah Tempo Goenawan Mohamad alias GM berurat berakar pada kutipan-kutipan. Tanpa menukil, dia bagai tak bertaji. Barangkali salah satu kemalaran dan sekaligus kemalasan GM adalah dia konsisten sebagai tukang kutip—untuk tidak menyebut "tukang jiplak", parodi yang bisa dianggap merongrong martabatnya karena tidak jenaka.

Selamat membaca cuplikan-cuplikan khas dan bernas dalam artikel ini. Saya pengagum GM.

buku tuhan hal tak selesai goenawan mohamad

Pada 1990-an, mula karier saya sebagai wartawan swadidik, saya membeli tiap terbitan majalah Tempo untuk menaklik teknik jurnalismenya, termasuk mencerap tulisan-tulisan Goenawan Mohamad dan kolom "Catatan Pinggir"-nya. Mesti saya akui: saya bisa menulis dan bertahan sebagai wartawan independen seperti sekarang karena berguru dari edisi-edisi Tempo, yang saya beli dari pengasong majalah bekas di Medan.

Lama saya rajin menggunting dan mengoleksi lembar "Catatan Pinggir" sebelum kemudian saya menyesal: empat buku kumpulan esai "Caping" ada di toko buku, dan saya membelinya. Coretan-coretan GM itu saya baca hanya untuk menekuni keelokan berbahasa dan siasat menulis kalimat yang padat membunting, bukan karena saya terpincut belajar metafisika agar bisa menjadi "wartawan separuh dewa" seperti GM.

Sampai kini buku Catatan Pinggir telah mencapai volume 10. Namun, saya tak lagi membelinya sejak volume 5 karena, sejak awal tahun 2000-an, setelah sekitar sepuluh tahun membaca kolom tetap GM itu, saya jadi muak!

Saya jemu merapal esai "Catatan Pinggir" di majalah Tempo dan tidak lagi membacanya sejak lama karena dua sebab: tiap minggu temanya itu-itu saja, hanya repetisi dengan "teknik menulis campur baur", dan karena pada setiap artikelnya, GM melulu memetik kata-kata tokoh anu serta menukil buku anu dengan sedikit saja menyelipkan pendapat tulennya, seakan-akan dia tidak percaya diri.

Tupoksi Goenawan Mohamad pada "Catatan Pinggir" lebih dominan sebagai pemulung kata-kata dan "pembajak" ide-ide dari otak tokoh-tokoh dunia, dan bukan sebagai pencipta kata-kata segar atau pereka gagasan baru. Sememangnya teks-teks GM itu, bagi saya, adalah "jiplakan" halus yang dibungkus dengan gaya menulis yang "enak dan perlu".

Andaikan redaksi Tempo menyetop rubrik khayali GM di halaman pamungkas itu dan menukarnya dengan rubrik yang lebih menarik, maujud, dan bermanfaat, barangkali saya akan berminat kembali membeli majalah dakar ini.

BUKU "YANG TAK SELESAI": PUJIAN PARA FILSUF AMATIR


Saya tidak syur membaca Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai dan buku sejenisnya karena saya bukanlah orang yang gemar menyelami urusan-urusan gaib, seperti Tuhan dan filsafat, dan masa bodoh untuk berkontemplasi tentang "hal-hal yang tak perlu" itu. Sebagai wartawan, fokus perhatian saya adalah perkara-perkara nyata manusia di bumi, peri kemanusiaan, bukan peri ketuhanan, bukan kenabian, bukan kemayaan, apalagi ihwal alam baka. Karena itu pula saya lebih menyukai bahasa tulisan yang membumi, realistis, dan tidak melangit, muluk-muluk.

Buku Goenawan Mohamad Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai, menurut media yang dulu saya baca, berisi 99 tatal, serpihan esai liris pendek-pendek, yang sebagian merupakan daur ulang kolom "Catatan Pinggir". Topiknya, seperti mudah kita tebak, lagi-lagi tentang sastra, filsafat, dan tetangganya: agama dan Tuhan.

Saya jadi berwasangka, jangan-jangan sebenarnya GM pendamba surga dan ingin mendapat lapak yang layak kelak di sisi kanan-Nya.

Sekarang saatnya anda membaca pujian. Beberapa pungutan paragraf di bawah ini adalah sanjungan pembaca buku Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai terhadap sastrawan Goenawan Mohamad, dan satu nukilan terakhir adalah iktirad. Aplaus khalayak di situs Goodreads ini jempolan punya, dahsyat, seolah-olah ingin menandingi kemahaan GM bermujarad. Para pembahas buku itu barangkali adalah mahasiswa atau sarjana filsafat, atau rumpun pemikir ulung, atau kandidat "dewa" seperti GM. Tinjauan mereka cetar membahana dan sekaligus membuat saya bertanya-tanya: sungguhkah mereka ini orang-orang yang salim di dunia nyata, ataukah mereka hanya pamer kecendekiaan berilmu sandiwara jiwa?

Terkesimakah saya akan kepandaian mereka mendaras buku GM?

Ya, dan sekaligus saya jadi puyeng dan berasa muntah!

▣ Anotasi 1:
Membaca 99 tatal GM membangunkan sebuah kesadaran akan banyak hal yang transendental. Sedikit menggelitik, banyak menegur, dan akhirnya memunculkan keresahan dan perenungan personal. Dibalut dengan bahasa yang khas dan kutipan-kutipan menarik, baik dari dunia sastra maupun filsafat, GM mampu mengingatkan saya tentang pengalaman.

▣ Anotasi 2:
Jika kita baca kata-kata Tuhan yang murka dalam Kitab Suci, si manusia itu seakan-akan bukan ciptaan-Nya lagi. Dalam arti tertentu, ada sesuatu yang berhasil—manusia bisa menakjubkan dalam kemerdekaannya, dan sebab itu Iqbal mengingatkan kita bahwa makhluk ini adalah "wakil Tuhan di bumi". Tapi juga ada sesuatu yang gagal. Satu perkara yang tak henti-hentinya jadi persoalan teologis: tak bisakah kita menyimpulkan bahwa kegagalan itu sesuatu yang niscaya? Tuhan memperlihatkan kuasa-Nya dalam diri manusia di dunia tapi makhluk itu juga justru yang praktis membatasi kehendak-Nya dan membuat kehendak itu tak bisa "jadi" mutlak.

▣ Anotasi 3:
Membaca Tuhan & Hal-Hal yang Tak Selesai seperti mencoba untuk menyusun potongan teka-teki tanpa jawaban. Seakan GM sadar, tulisannya tidak akan mampu mencapai kesimpulan yang 'tuntas'. Manusia seringkali meminta 'kesimpulan' sebagai sebuah 'kepastian' ketika dua hal tersebut dapat tak bertaut. Manusia sering kecewa karenanya.

▣ Anotasi 4:
Saat saya baca salah satu review di buku ini, ada yang menulis 'hampir setara dengan Gitanjali'. Gitanjali jelas memiliki level yang berbeda, karena Tagore sudah 'lenyap' dalam puisinya, sepenuhnya dia hanya menjadi mediator. Dia berubah menjadi nyanyian merdu, menjadi tarian yang begitu indah. Goenawan Mohamad dalam buku ini masih mencari. Bagaimanapun juga, kerinduan dan pencariannya yang dituangkan di buku ini bisa mengisi kebutuhan sharing pencari-pencari lainnya.

▣ Anotasi 5:
Buku ini mengajarkan agar kita tidak memutlakkan persepsi kita atas konsep-konsep dasar kehidupan. Bagi GM, Tuhan adalah nama sementara bagi hal-yang-tak-sementara. Jika menurut GM haiku adalah bentuk puisi pendek, dengan diksi yang indah, dan membutuhkan perenungan panjang pembacanya, maka buku ini menjadi semacam haiku buat saya.

▣ Anotasi 6:
Tahap kedewasaan GM tentang Tuhan terpancar dalam uraian yang pasemontial. Dia tak hanya memahami Tuhan dari segi yang trandensial, namun dia terjun ke dunia pemahaman yang sukar digunduli oleh kacamata biasa.

▣ Anotasi 7 (opini yang tidak bikin saya muntah):
Buku yang bertabur kutipan dan penggalan kata orang lain untuk mendukung dan menegaskan apa yang ingin diungkapkan penulis, meski untuk suatu kata atau kalimat yang sepertinya sederhana. Berharap suatu ketika GM menulis sepenuhnya dari suara jiwanya sendiri, tanpa satu pun mengutip kata-kata orang lain untuk menguatkan gagasan atau pikirannya, dengan bahasa yang lebih enak dan perlu.

E.S. ITO: TUAN GOEN YANG TIDAK LAGI MENCATAT DI PINGGIRAN


Novelis dan penulis skenario film Eddri Sumitra, yang lebih dikenal sebagai E.S. Ito, bertahun-tahun silam menyengat GM lewat satu artikel bertajuk "Tuan Goen yang Tidak Lagi Mencatat di Pinggiran". Dari Yahoo Groups, inilah petikannya secara acak:

Tuan Goen, masih hidup dia rupanya.

Tuan Goen hidup dari kata dan mantra. Dia menyisipkan pesan mingguan, bagai khotbah manusia prasejarah pada zaman yang tidak lagi menghendakinya. ... Tuan Goen percaya dialah pengemban wahyu untuk menyelamatkan peradaban.

Generasi kami, Tuan Goen, bukanlah pemamah biak mantra berbalut estetika. Dan kami tidak punya waktu melayani orang tua cengeng yang sepanjang hidupnya bermimpi menjadi Albert Camus. Kami bukanlah pelayan mimpi-mimpimu, Tuan Goen.

Tiap minggu kau bisa menggoda kami dengan rayuan gombal catatan pinggirmu. Bukankah tulisanmu lebih banyak kutipan mantra asingnya daripada mantramu sendiri? Mari ucapkan mantra generasi kita: sudahlah Bro, secara lo udah tuwir gitu loh.

Tuan Goen, sudahlah, aku lihat kau sudah lelah. Tiada guna lagi kau berulah. Mantra-mantramu tidak lagi bisa mengobati sakitnya generasi kami.

Perawan-perawan generasi kami tidak lagi tersihir oleh mantramu. Mereka suka yang praktis, Pak Tua, bukan yang retoris.

DI TWITTER, GOENAWAN MOHAMAD "JADI WARAS"


Walaupun tak lagi membaca esai-esai GM, saya masih mengagumi dan membaca kicauannya di Twitter @gm_gm. Di situ dia menulis jauh lebih nyata sebagai manusia, sebagai wartawan senior, dan sebagai warga negara Indonesia, walau saya melihat hal itu juga karena "dipaksa"—pengikut akunnya tiap hari mempertanyakan isu-isu konkret yang tengah melanda dunia, dan dia harus menjawabnya dalam bahasa yang tandas, tidak bisa dengan berfilosofi, agar tak ditertawakan.

Setidaknya di Twitter-lah GM tidak seperti penulis separuh dewa dari bumantara luar tempat alien berada. Terima kasih kepada warga Twitter yang secara tak langsung memaksa GM agar "kembali waras" sebagai manusia.

Sembarang ada tempo terluang, saya masih akan menulis dua esai khusus yang panjang perihal Goenawan Mohamad: dia bukan lagi sosok anutan wartawan independen, dan ihwal paramasastra Indonesia-nya yang kadang rapi tapi tempo-tempo ropak-rapik. [www.khas.co]

© Anda bebas menyitat artikel ini ke situs pribadi anda, forum, media sosial, atau media pers dengan mencantumkan pranala blog ini.

—Twitter @ja_rar

Ikuti Facebook @KHAS Bernas

Hak cipta © 2014 Jarar Siahaan ❏ Konten www.khas.co bisa dikutip jika URL-nya ditautkan ❏ Diberdayakan Blogger

Anak yang belum berusia 15 tahun sebaiknya jangan membaca KHAS.co walaupun tidak ada tulisan/gambar tak senonoh di sini. Sebagian besar isi internet tidak cocok bagi anak-anak. Orang tua agar membatasi anak-anak berinternet. Jika tak diawasi, anak-anak yang rajin membaca web bisa menjadi dewasa sebelum waktunya. Komisi Nasional Perlindungan Anak (http://peluk.komnaspa.or.id) sering mengatakan di media bahwa banyak kasus anak-anak jadi korban kejahatan orang yang dikenalnya di internet, antara lain Facebook.

Dari 1.000 hal di internet, cuma satu yang layak dipercaya